Sunday, February 22, 2015

Alat Musik Gamelan Jawa Yang Harus Kamu ketahui


Alat Musik - Ketemu lagi sobat Indonesia Keren, Oke langsung saja kita akan membahas salah satu alat musik Indonesia yang tentunya harus sobat ketahui dan tentunya dilestarikan. Perlu Sobat ketahui Gamelan dapat kita ibaratkan seperti alat musik Orkestra jadi memainkan alatnya harus bareng - bareng dan berikut ulasan lengkapanya. 

Gamelan merupakan alat musik yang terbuat dari bahan logam kuningan, gamelan berasal dari daerah Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat disebut dengan Degung dan di Bali disebut Gamelan Bali. Satu perangkat gamelan terdiri dari instrumen saron, demung, gong, kenong, slentem, bonang, peking, gender dan beberapa instrumen lainnya. Disamping itu gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic. berikut ini beberapa instrumennya : 


  • Gong adalah salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari perunggu dan termasuk gamelan berpencu. Gong dimainkan dengan cara dipukul. Gong diletakan denga cara menggantung, karena bentuknya yang sangat besar. Fungsinya adalah untuk memberi tanda berakhirnya sebuah gatra dan juga untuk menandai mulainya dan berakhirnya gendhing.Gong memiliki bentuk paling besar sehingga memiliki suara paling rendah di antara instrument gamelan lainya. Gong merupakan instrument yang paling dihargai dari semua instrument gamelan karena dianggap sebagai jiwa gamelan



  • Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron, dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.



  • Demung adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Dalam satu set gamelan biasanya terdapat 2 demung, keduanya memiliki versi pelog dan slendro. Demung menghasilkan nada dengan oktaf terendah dalam keluarga balungan, dengan ukuran fisik yang lebih besar. Demung memiliki wilahan yang relatif lebih tipis namun lebih lebar daripada wilahan saron, sehingga nada yang dihasilkannya lebih rendah. Tabuh demung biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu, lebih besar dan lebih berat daripada tabuh saron.



  • Kempul juga berbentuk layaknya seperti Gong namun ukurannya lebih kecil.  Kempul berfungsi sebagai penanda aksen-aksen yang penting dalam kalimat lagu gendhing. Pada saat melantunkan lagu gending kempul dimainkan dengan nada yang sama seperti nada balungan, walau terkadang kempul bisa juga mendahului nada balungan



  • Kenong merupakan salah satu alat musik yang menyusun gamelan Jawa. Kenong biasanya dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Alat ini merupakan pengisi akor atau harmoni dalam permainkan gamelan, kenong berfungsi sebagai penentu batas-batas gatra, menegaskan irama. Kenong juga termasuk dalam alat musik berpencu, namun ukuran lebih besar dari pada bonang. Alat ini juga dipukul menggunakan alat pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah dalam satu set bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.



  • Slenthem merupakan salah satu instrumen gamelan yang terdiri dari lembaran lebar logam tipis yang diuntai dengan tali dan direntangkan di atas tabung-tabung dan menghasilkan dengungan rendah atau gema yang mengikuti nada saron, ricik, dan balungan bila ditabuh. Beberapa kalangan menamakannya sebagai gender penembung. Seperti halnya pada instrumen lain dalam satu set gamelan, slenthem tentunya memiliki versi slendro dan versi pelog.



  • Bonang adalah alat musik yang digunakan dalam gamelan Jawa. bonang juga merupakan instrumen melodi terkemuka di Degung Gamelan Sunda. Ini adalah koleksi gong kecil (kadang-kadang disebut ceret atau pot) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (rancak), baik satu atau dua baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat, tetapi di sekelilingnya yang bernada rendah memiliki kepala datar, sedangkan yang lebih tinggi memiliki melengkung satu. Masing-masing sesuai untuk lapangan tertentu dalam skala yang sesuai; sehingga ada yang berbeda untuk bonang pelog dan slendro. Mereka biasanya dipukul dengan tongkat berlapis (tabuh). Hal ini mirip dengan gong memeluk lain di gamelan itu, kethuk, kempyang, dan kenong. Bonang dapat dibuat dari perunggu dipalsukan, dilas dan dingin-dipalu besi, atau kombinasi dari logam.



  • Gender adalah alat musik pukul logam (metalofon) yang menjadi bagian dari perangkat gamelan Jawa dan Bali. Alat ini memiliki 10 sampai 14 bilah logam (kuningan) bernada yang digantungkan pada berkas, di atas resonator dari bambu atau seng, dan diketuk dengan pemukul berbetuk bundaran berbilah dari kayu (Bali) atau kayu berlapis kain (Jawa). Nadanya berbeda-beda, tergantung tangga nada yang dipakai. Pada gamelan Jawa yang lengkap terdapat tiga gender: slendro, pelog pathet nem dan lima, dan pelog pathet barang.



  • Kendang, kendhang, atau gendang adalah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu. Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran ,ladrang irama tanggung. Untuk wayangan ada satu lagi kendhang yang khas yaitu kendhang kosek.Kendang kebanyakan dimainkan oleh para pemain gamelan profesional, yang sudah lama menyelami budaya Jawa. Kendang kebanyakan di mainkan sesuai naluri pengendang, sehingga bila dimainkan oleh satu orang dengan orang lain maka akan berbeda nuansanya.

         Sekian dulu sobat Indonesia keren semoga informasinya bermanfaat dan tetap lestari budaya Indonesia, ok ini videonya temen2 selamat menonton

Wednesday, February 11, 2015

Mengenal 3 Angklung,Khas Indonesia

Alat Musik -  Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu berukuran agak besar sampai kecil, angklung sendiri dapat dimainkan secara individu maupun kelompok. Ada banyak sekali macam angklung di Indonesia contohnya seperti : 

angklung Kenekes
Angklung Kenekes, angklung ini berasal dari daerah Kenekes dan dibuat di Cikeusik digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar).
 

angklung Reog
Angklung Reyog merupakan alat musik untuk mengiringi tarian reog ponorogo di jawa timur. angklung Reog memiliki khas dari segi suara yang sangat keras, memiliki dua nada serta bentuk yang lengkungan rotan yang menarik (tidak seperti angklung umumnya angklung berbentuk kubus) dengan hiasan benang berumbai-rumbai warna yang indah. di kisahkan angklung merupakan sebuah senjata dari kerajaan bantarangin ketika melawan kerajaan lodaya pada abad ke 9, ketika kemenangan oleh kerajaan bantarangin para prajurit gembira tak terkecuali pemegang angklung, karena kekuatan yang luar biasa penguat dari tali tersebut lenggang hingga menghasilkan suara yang khas yaitu klong- klok dan klung-kluk bila didengar akan merasakan getaran spiritual.

angklung caruk
angklung Caruk
Angklung Caruk, angklung yang berasal dari Banyuwangi ini memiliki bentuk seperi calung dengan nada budaya banyuwangi, Kata “caruk” berasal dari kata asli Banyuwangi yang berarti “pertemuan”. Dua kelompok bertemu dan bersaing untuk bermain angklung bersama yang disebut angklung caruk.Biasanya ada tiga kelompok penonton. Satu kelompok mendukung satu kelompok angklung dan kelompok penonton lainnya mendukung kelompok angklung kedua. Kelompok ketiga adalah penonton netral.



Berikut ini merupakan sebuah penayangan dari aksi anak Indonesia yang memainkan alat musik angklung di USA.

Sunday, January 25, 2015

Pantai Laut Selatan, Balekambang

Wisata - Salam Jaya selalu sobat indonesia keren, kali ini saya akan membahas salah satu pantai di Kab. Malang yang sangat terkenal yakni pantai Balekambang, suatu pantai sebelah selatan dari Kab. Malang tepatnya di Kec. Bantur, desa Srigonco yang berjarak + 65 Km dari kota Malang, dan kira - kira dapat ditempuh selama 3 jam. Untuk perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan mulai dari motor sampai Bus yang besar, tapi tenang sob perjalanan selama 3 jam gak akan bosen kok banyak pemandangan yang cukup indah, karena banyak kebun di sepanjang jalan dan ketika memasuki Desa Srigonco atau masuk area pantai, sobat akan dimanjakan dengan hutan yang masih asri dan tentunya udaranya sejuk tidak kalah dengan daerah dataran tinggi di Kab Malang.

Ada yang berbeda di pantai selatan ini, hal ini dikarenakan pantai Balekambang tergolong pantai yang cukup sejuk, karena seperti yang sudah saya katakan tadi di area pantai tersebut masih terdapat hutan yang sangat asri. Masuk pantai anda akan disambut oleh hamparan pasir putih bersihnya pantai Balekambang dengan deburan ombak yang indah.

Serta yang unik lagi dari pantai Balekambang yakni dengan adanya pura di pulau kecil pantai Balekambang yang biasanya di buat sembahyang oleh umat Hindu. Santai aja sob, sobat juga bisa kok kesana, tinggal lewat jembatannya aja sob. Lha sobat langsung dah selfie - selfie bareng temen - temen. Di Bali ada Tanah Lot di JawaTimur ada Balekambang sob, gak kalah indah bukan.
senja di Balekambang
Berikut ini adalah salah satu video dari kenampakan yang ada di pantai Balekambang, selamat menikmati

          

Saturday, January 24, 2015

Coban Rondo, Wisata Air terjun Legendaris

          Hai sobat Indonesia Keren, Disini saya akan membahas tempat wisata yang sudah tak asing lagi di Indonesia khususnya daerah Malang, Jawa Timur. Coban Rondo, merupakan nama dari air terjun disalah satu kabupaten Malang yang sangat legendaris dan banyak sekali cerita mitos yang ada didalamnya. Coban Rondo sendiri terdiri dari kata Coban yang bermakna air terjun dan Rondo diartikan seorang wanita yang sudah tak bersuami.
          Coban Rondo terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa TimurBerjarak 12 km dari Kota Batu atau ± 24 km dari Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Coban Rondo mempunyai daya tarik sendiri bagi wisatawan, karena Coban Rondo memiliki panorama yang indah dan udara yang sejuk karena agak jauh dari hiruk pikuknnya suasana kota, begitu juga untuk lokasi Coban Rondo berada pada 1135 dpl oleh sebab itu Coban Rondo udaranya sejuk, sob. Dan untuk ketinggian air terjunnya ± 84 meter, cukup tinggi sob. Apalagi kalau pas debit airnya banyak pula, kita bisa berbasah basahan pada jarak 7 meter saja. 
          Dan berikut ini adalah sekelumit dari legenda di Coban Rondo, bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan. 
          Ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.  Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo.  Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.
             Nah, sedangkan mitos dari warga sekitar, jika ada orang pacaran dan bermesraan di lokasi Coban Rondo maka akan putus, sedangkan orang yang tidak berpacaran jika bertemu lawan jenis secara tidak sengaja dan kemudian dapat berhubungan dengan baik maka kedua orang tersebut akan berjodoh dan akan hubungannya langgeng (mungkin udah jodoh dari Tuhan kalee). 
                Ok, itu adalah paparan sedikit dari kami tentang Coban Rondo di Kabupaten Malang Jawa Timur, terimakasih dan semoga bermanfaat.